Minggu, 20 Mei 2012

latihan soal IPS untuk UAS 2


1.      Tokoh-tokoh Nasionalis Indonesia yang dipanggil pada 9 Agustus 1945 ke Dalat, Saigon (Vietnam) ialah......
a.Ir. Soekarno
b.Moh. Hatta
c.Radjiman Wedyodiningrat
d.Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Radjiman Wedyodiningrat
2.      Alasan pokok golongan tua menolak usulan para pemuda untuk segera mengumumkan kemerdekaan adalah....
a.tidak setuju dengan cara para pemuda
b.memenuhi kepesepakatan dengan Marsekal Terauci melelui PPKI
c.mendapatkan tekenan dari pihak sekutu
d.mendapatkan tekanan dari pihak Belanda
3.      Tokoh nasionalis yang tidak mengemukakan gagasan mengenai dasar negara dalam sidang BPUPKI adalah...
a. Mohammad Yamin
                        c. Ir Soekarno
b. Mr. Supomo
                                 d.K.H. Zaenal Mustofa
4.      PPKI didirikan setelah....
a.dijatuhkannya bom di kota Nagasaki
b.dijatuhkannya bom di kota Hiroshima
c.Bung Karno di panggil ke Dalat,Vietnam
d.Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu
5.      Hal yang berbeda dari Piagam Jakarta mengenai dasar negara dengan rumusan Pancasila yang dikenal sekarang, yaitu sila ...
a.Pertama c.Ketiga
b.Kedua d.Keempat
6.      Urutan dasar negara menurut Mohammad Yamin dalam sidang pertama BPUPKI secara kronologis, yaitu...
a.Kemanusiaan-kebangsaan-ketuhanan-kerakyatan- kesejahteraan rakyat
b.kebangsaan- Kemanusiaan- ketuhanan- kerakyatan- kesejahteraan rakyat
c.kerakyatan- Kemanusiaan- kebangsaan- kesejahteraan rakyat- ketuhanan
d.kesejahteraan rakyat- Kemanusiaan- kerakyatan- kebangsaan- ketuhanan
7.      BPUPKI mengadakan sidang kedua dan berhasil membentuk tiga panitia, salah satunya yaitu ...
a.Panitia perancang Panitia
b.Panitia perancang UUD
c.Panitia perancang batang tubuh
d.Panitia perancang Pembukaan UUD 1945

8.      Pemberontakan PETA di Blitar yang dipimpin oleh Supriyadi terjadi pada ...
a.25 Februari 1944
b.10 November 1942
c.14 Februari 1945
d.12 Juli 1944

9.      Melalui PM Jenderal Koiso pada tahun 1944, jepang memberi janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia kerena...
a.Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima
b.Sekutu menjatuhkan bom atom ke Nagasaki
c.Kedudukannya dalam perang Pasifik makin terdesak
d.Sekutu telah mendarat ke Indonesia

10.  Urutan Pancasila yang benar terdapat pada...
a.rumusan Muh.Yamin
b.rumusan Ir. Soekarno
c.Piagam Jakarta
d.Pembukaan UUD’45

11.  Perhatikan nama tokoh berikut ini!
1) Ir. Soekarno 3) Mr. A.A Marimis
2) Sutan Syahrir 4) Prof. Dr Soepomo
5) Mr. Ahmad Subarjo
6) KH. Dewantara
7)H. Agus Salim
8) Radjiman Wedyodiningrat
Tokoh-tokoh di atas yang termasuk dalam panitia sembilan adalah...
a.1,2,3 dan 5
                          c. 2,4,5 dan 7
b.1,3,5 dan 7                           d. 4,5,6 dan 8

12.   Salah satu tugas PPKI adalah ...
a.Menyelidiki kehendak rakyat Indonesia
b.Menyusun rencana kemerdekaan Indonesia
c.Menyusun naskah UUD
d.Memilih Presiden dan wakil Presiden

13.  Sejak mulai terbentuknya, PPKI baru dapat melaksanakan sidang pada masa ...
a.Zaman pendudukan Jepang
b.Masa kekalahan Jepang
c.Zaman kemerdekaan Indonesia
d.Kembalinya pemerintahan Belanda

14.  Jepang yang kalah dalam perang Asia Pasifik harus menjaga “status quo” Indonesia, artinya Jepang ...
a.Boleh memerdekakan bangsa Indonesia
b.Tidak boleh mengadakan perubahan apapun atas nama Indonesia
c.Harus menaati kaisar
d.Harus siap mendukung semua tindakan bangsa Indonesia

15.  Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, Indonesia di katakan dalam keadaan vacuum of power karena...
a.Kemerdekaan belum diproklamasikan
b.Pemerintah penduduk Jepang berakhir
c.Pemerintah penduduk Jepang belum berakhir
d.Jepang telah kalah, sementara sekutu belum datang

16.  Golongan muda menuntut kemerdekaan Indonesia lepas dari segala pengaruh Jepang dengan alasan...
a.Rakyat sudah sangat rindu akan kemerdekaan
b.Skap jepang di Indonesia sudah sangat menyakitkan
c.Kemerdekaan Indonesia harus mencapai dengan radikal
d.Kemerdekaan Indonesia menjadi hak Indonesia sendiri

17.  Golongan muda menghendaki agar proklamasi dilaksanakan ....
a.Secepatnya tanpa sidang PPKI
b.Setelah mengadakan sidang PPKI
c.Pada saat sidang PPKI
d.Pada tanggal 16 Agustus 1945

18.  Latar belakang penculikan Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta oleh para pemuda adalah...
a.Agar Ir Soekarno dan Drs. Moh Hatta tidak terpengaruh oleh jepang
b.Agar Ir Soekarno dan Moh. Hatta di Rengasdengklok
c.Karena perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda tentang cara melaksanakan proklamasi
d.Karena golongan muda akan melaksanakan proklamasi tanpa membutuhkan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta

19.  Tujuan para pemuda membawa Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ditempatkan di..
a.Agar tidak menjadi sasaran aksi teror
b.Agar tidak terpengaruh oleh pemerintah jepang
c.Agar pemimpin rapat menyusun naskah proklamasi
d.Memaksa untuk menandatangani naskah proklamasi

20.  Peristiwa Rengasdengklok menurut golongan tua dianggap penculikan sebab...
a.Diambil dengan paksa untuk menuruti kemauan pemuda
b.Di amcam untuk dibunuh
c.Disiksa agar mau menuruti keinginannya
d.Dipaksa untuk di ansingkan oleh Jepang

21.  Meskipun terjadi perbedaan pendapat, masalah kemerdekaan Indonesia sebenarnya antara golongan pemuda dan golongan tua memiliki persamaan tujuan yaitu...
a.Kemerdekaan Indonesia
b.Jepang segera angkat kaki dari indonesia
c.Menolak kedatangan di indonesia
d.Menghindarkan campur tangan asing terhadap kemerdekaan Indonesia

22.  Perhatikan nama tokoh-tokoh di bawah ini!
1) Dr. Rajiman Wedyodiningrat
2) Mr. Achmad Suberjo
3) Dr. Moh. Hatta
4) Ir. Soekarno
5) Syahrir
tokoh-tokoh yang terlibat langsung dalam penyusunan teks proklamasi 17 Agustus 1945 ditunjukan pada nomor...
a. 1,2 dan3
                             c. 2 dan 5
b. 1,3 dan 4                             d. 2,3 dan 4

23.  Peranan Sayuti Melik dalam peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah ...
a.Sebagai pengetik naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia yang otentik
b.Memimpin pengamanan saat perumusan teks proklamasi
c.Anggota perumus teks proklamasi
d.Sebagai ketua golongan pemuda yang membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok

24.  Jasa Ibu Fatmawati dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilihat perannya dalam ...
a.menyediakan akomodasi dan konsumsi
b.menyiapkan tempat upacara
c.menyiapkan Bendera Merah Putih
d.memimpin peserta upacara

25.  Tokoh-tokoh yang berjasa dalam penyebarluasan berita proklamasi kemerdekaan adalah...
a.Chaerul Saleh,Wikana, Syahrudin
b.S. Syahrir, A Subarjo, Bactiar Lubis
c.Sudiro, Yusuf Ronodipuro, Moctar Lubis
d.Yusuf Ronodipuro, Syahrudin, Bactiar Lubis

26.  Proses sosial terjadi karena manusia pada hakikatnya merupakan ...
a.Homo duplek
                      c. homo socius
b.Homo homini lupus
d. homo sapiens

27.  Mia seorang siswi SMP yang senantiasa mengikuti ceramah Aa Gym di televisi karena menyenangi isi ceramah dan figur seorang Aa Gym. Mia mengalami proses ...
a.Identifikasi
                          c. imitasi
b.Sugesti
                                d. simpati

28.  Suatu proses yang dapat membantu individu melalui proses belajar dan penyesuaian diri agar dapat berperan dalam kelompoknya dinamakan proses ...
a. Adaptasi
                             c. sosialisasi
b. Imitasi
                                d. interaksi

29.  Menurut Notonegoro, nilai dibagi atas tiga bagian, yaitu ...
a.Nilai abstrak, konkrit, dan nominal
b.Nilai kesusilaan, agama dan hukum
c.Nilai materi, vital dan kerohanian
d.Nilai material, spiritual, dan hukum

30.  Sifat dasar yang dapat mempengaruhi proses sosialisasi adalah ....
a.Keadaan masyarakat pendukung kebudayaan
b.Kondidi fisik anak yang baru lahir
c.Seluruh potensi yang diwariskan ayah dan ibu
d.Tingkat ekonomi dan sosial ayah dan ibu

31.  Pemeliharaan kesehatan dan kecantikan merupakan contoh-contoh pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ...
a.jasmani
                                c. ilmiah
b.pendidikan
                          d. rohani

32.  Fungsi ekonomi dari pranata keluarga antara lain ...
a.Memenuhi kebutuhan ekonomi
b.Mendidik disiplin anak
c.Melahirkan anak
d.Memberikan kehangatan dan kasih sayang

33.  Fungsi keluarga yang berkaitan dengan mendapatkan kedudukan baru dalam masyarakat, yaitu ...
a.Pelestarian generasi
b.Perlindungan ekonomi
c.Pemberian status
d.Sosialisasi primer

34.  Fungsi utama pendidikan di sekolah bagi kemandirian individu dalam melakukan kegiatan ...
a.Belajar mengajar sesuai kurikulum tertentu
b.Beljar dalam waktu dan tempat tertentu
c.Mengajar dengna metode dan media tertentu
d.Membentuk kepribadian individu

35.  Memberantas kebodohan adalah salah satu fungsi pendidikan menurut ...
a.Bruce J. Cohen
                    c.Horton and Hunt
b.Bogardus
                             d. Emile Durkheim

36.  Seorang ibu menasehati anaknya untuk tidak terlibat tawuran pelajar maka terjadi pengendalian sosial ...
a.Individu terhadap kelompok
b.Kelompok terhadap kelompok
c.Kelompok terhadap individu
d.Individu terhadap individu

37.  Seorang guru ketika mengawasi siswanya ujian sekolah terjadi suatu pengendalian sosial ...
a.Individu terhadap kelompok
b.Kelompok terhadap kelompok
c.Kelompok terhadap individu
d.Individu terhadap individu

38.  Salah satu tugas polisi sebagai lembaga pengendalian sosial, yaitu ...
a.Membuat keputusan hukum
b.Menghakimi bagi orang-orang yang bersalah
c.Menghukum masyarakat yang bersalah
d.Membuat keputusan hukum

39.  pengendalian sosial yang menekankan pembinaan kerohanian dapat tercapai melalui ...
a.Pendidikan agama
               c. Kurungan
b.Denda
                                 d. Pengorbanan

40.  Pengendalian sosial dapat ditempuh melalui proses ...
a.Peringatan-teguran-hukuman
b.Hukuman-peringtan-teguran
c.Teguran-peringatan-hukuman
d.Peringatan-hukuman-teguran

41.  Seseorang yang membaca buku, dapat dikatakan bahwa dia memenuhi kebutuhan…
a. sekunder
                             c. Individu
b. Psikologis
                           d. Rohani

42.  Tiga pelaku ekonomi Indonesia sesuai UUD 1945 pasal 33, terdiri atas sector…
a.Negara, swasta, dan BUMN
b.Negara, BUMN dan Koperasi
c.Negara, Swasta, dan koperasi
d.Negara, BUMN dan swasta

43.  Bapak Koperasi Indonesia ialah…
a. Soekarno
                            c. R. Arya Wiraatmadja
b.Mohammad Hatta
               d. Soeharto

44.  Fungsi pasar sebagai tempat penyerapan tenaga kerja, yaitu…
a.promosi barang dan jasa ke took-toko yang lebih besar
b.membuka peluang usaha sebagai pelayan took dan tenaga kasir
c.pertemuan antara antara konsumen dan produsen
d.menyalurkan barang dan jasa kepada konsumen

45.  Penduduk yang berusia 15-64 tahun disebut…
a. Pengangangguran
               c. Kesempatan kerja
b. Tenaga kerja
                       d. Lowongan kerja

46.  Pada dasarnya, pengangguran disebabkan…
a. tingginya tingkat pertumbuhan penduduk
b. penurunan permintaan dan penawaran kerja
c. angkatan kerja lebih berbesar dari pada kesempatan kerja
d. jumlah penduduk lebig besar daripada tenaga kerja

47.  Berikut termasuk tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terlatih, yaitu…
a. Tukang becak
                     c. Dokter
b. Tukang kayu
                      d.Montir

48.  Produktivitas tenaga kerja berarti…
a. hasil total yang dicapai tenaga kerja
b. kemampuan tenaga kerja untuk menghasilkan per satuan waktu
c. kemampuan tenaga kerja untuk bertahan kerja
d. hasil maksimal yang dicapai oleh seseorang tenaga kerja

49.  Indonesia menganut system ekonomi…
a. Tradisional
                          c. Komando
b. Pasar
                                   d. Pancasila

50.  Salah satu kebaikan system ekonomi campuran, yaitu…
a.pemerintah membantu pengusaha swasta
b.pemerintah daerah menjadi pengambil keputusan daerah
c.pihak swasta menjadi penyalur barang-barang pemerintah
d. Pihak swasta diberi kebebasan meminjam dana dari badan keuangan internasional

51.  Sumber utama penerimaan Negara berasal dari berbagai sektor, di antaranya…
a. Pertanian
                            c. Pajak
b. Industri
                              d. Bantuan luar negeri

52.  Berikut yang bukan contoh pajak pemerintahan pusat, yaitu pajak…a
a. Penjualan
                            c.Bumi dan bangunan
b. Hiburan
                              d. Penghasilan

53.  Berikut yang tidak termasuk pajak tidak langsung, yaitu…
a. Pajak pengahsilan                c. pajak penjualan
b. Pajak bumi dan bangunan   d. pajak kekayaan

55.  Berikut bukan factor yang memengaruhi permintaan…
a. Salera produsen
                  c.Pendapatan konsumen
b. harga barang
                       d. jumlah barang

56.  Menimbun barang dengan tujuan meraih laba sebanyak-banyaknya merupakan perbuatan…
a. Baik karena mendatangkan laba yang paling besar bagi penjual
b. Buruk karena membuat konsumen berhemat teres-menerus
c. buruk karena menyusahkan konsumen dan harga menjadi mahal
d. buruk karena konsumen menjadi bergantung pada produsen

57.  Mia seorang siswi SMP yang senantiasa mengikuti ceramah Aa Gym di televisi karena menyenangi isi ceramah dan figur seorang Aa Gym. Mia mengalami proses ...
a.Identifikasi
                          c. imitasi
b.Sugesti
                                d. simpati

58.  Suatu proses yang dapat membantu individu melalui proses belajar dan penyesuaian diri agar dapat berperan dalam kelompoknya dinamakan proses ...
a.Adaptasi
                              c. sosialisasi
b.Imitasi
                                 d. interaksi

59.  Fungsi ekonomi dari pranata keluarga antara lain ...
a.Memenuhi kebutuhan ekonomi
b.Mendidik disiplin anak
c.Melahirkan anak
d.Memberikan kehangatan dan kasih saying

60.  Pengedalin sosial bertujuan…
a. menghukum orang yang salah
b. meningkatkan pengetahuan masyarakat
c. menciptakan keamanan dan ketertiban
d. mendidik masyarakat awam
6

Jumat, 18 Mei 2012

Masalah Sosial Dan Upaya Pemecahannya

Bahwa sejak manusia mulai hidup bermasyarakat, maka sejak saat itu sebuah gejala yang disebut masalah sosial berkutat didalamnya. Sebagaimana diketahui, dalam realitas sosial memang tidak pernah dijumpai suatu kondisi masyarakat yang ideal. Dalam pengertian tidak pernah dijumpai kondisi yang menggambarkan bahwa seluruh kebutuhan setiap warga masyarakat terpenuhi, seluruh prilaku kehidupan sosial sesuai harapan atau seluruh warga masyarakat dan komponen sistem sosial mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan yang terjadi. Dengan kata lain das sein selalu tidak sesuai das sollen.

Pada jalur yang searah, sejak tumbuhnya ilmu pengetahuan sosial yang mempunyai obyek studi kehidupan masyarakat, maka sejak itu pula studi masalah sosial mulai dilakukan. Dari masa ke masa para sosiolog mengumpulkan dan mengkomparasikan hasil studi melalui beragam perspektif dan fokus perhatian yang berbeda-beda, hingga pada akhirnya semakin memperlebar jalan untuk memperoleh pandangan yang komprehensif serta wawasan yang luas dalam memahami dan menjelaskan fenomena sosial.

Buku ini hadir dengan fokus studi masalah sosial yang sekaligus memuat referensi dan rekomendasi bagi tindakan untuk melakukan penanganan masalah. Di negara-negara berkembang, tindakan untuk melakukan perubahan dan perbaikan dalam rangka penanganan masalah sosial menjadi perhatian yang sangat serius demi kelangsungan serta kemajuan bangsanya menuju cita-cita kemakmuran dan kesejahteraan. Terkait hal itu, pembahasan mengenai berbagai perspektif sosial, identifikasi melalui serangkaian unit analisis serta pemecahan masalah yang berbasis negara dan masyarakat menjadi tema-tema yang diulas secara teoritis dalam buku ini.

Sumber Masalah

Masalah sosial menemui pengertiaannya sebagai sebuah kondisi yang tidak diharapkan dan dianggap dapat merugikan kehidupan sosial serta bertentangan dengan standar sosial yang telah disepakati. Keberadaan masalah sosial ditengah kehidupan masyarakat dapat diketahui secara cermat melalui beberapa proses dan tahapan analitis, yang salah satunya berupa tahapan diagnosis. Dalam mendiagnosis masalah sosial diperlukan sebuah pendekatan sebagai perangkat untuk membaca aspek masalah secara konseptual. Eitzen membedakan adanya dua pendekatan yaitu person blame approach dan system blame approach (hlm. 153).

Person blame approach merupakan suatu pendekatan untuk memahami masalah sosial pada level individu. Diagnosis masalah menempatkan individu sebagai unit analisanya. Sumber masalah sosial dilihat dari faktor-faktor yang melekat pada individu yang menyandang masalah. Melalui diagnosis tersebut lantas bisa ditemukan faktor penyebabnya yang mungkin berasal dari kondisi fisik, psikis maupun proses sosialisasinya.

Sedang pendekatan kedua system blame approach merupakan unit analisis untuk memahami sumber masalah pada level sistem. Pendekatan ini mempunyai asumsi bahwa sistem dan struktur sosial lebih dominan dalam kehidupan bermasyarakat. Individu sebagai warga masyarakat tunduk dan dikontrol oleh sistem. Selaras dengan itu, masalah sosial terjadi oleh karena sistem yang berlaku didalamnya kurang mampu dalam mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi, termasuk penyesuaian antar komponen dan unsur dalam sistem itu sendiri.

Dari kedua pendekatan tersebut dapat diketahui, bahwa sumber masalah dapat ditelusuri dari ”kesalahan" individu dan "kesalahan" sistem. Mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut akan sangat berguna dalam rangka melacak akar masalah untuk kemudian dicarikan pemecahannya. Untuk mendiagnosis masalah pengangguran misalnya, secara lebih komprehensif tidak cukup dilihat dari faktor yang melekat pada diri penganggur saja seperti kurang inovatif atau malas mencari peluang, akan tetapi juga perlu dilihat sumbernya masalahnya dari level sistem baik sistem pendidikan, sistem produksi dan sistem perokonomian atau bahkan sistem sosial politik pada tingkat yang lebih luas.

Masyarakat Dan Negara

Parillo menyatakan, kenyataan paling mendasar dalam kehidupan sosial adalah bahwa masyarakat terbentuk dalam suatu bangunan struktur. Melalui bangunan struktural tertentu maka dimungkinkan beberapa individu mempunyai kekuasaan, kesempatan dan peluang yang lebih baik dari individu yang lain (hlm. 191). Dari hal tersebut dapat dimengerti apabila kalangan tertentu dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari kondisi sosial yang ada sekaligus memungkinkan terpenuhinya segala bentuk kebutuhan, sementara dipihak lain masih banyak yang kekurangan.

Masalah sosial sebagai kondisi yang dapat menghambat perwujudan kesejahteraan sosial pada gilirannya selalu mendorong adanya tindakan untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Dalam konteks tersebut, upaya pemecahan sosial dapat dibedakan antara upaya pemecahan berbasis negara dan berbasis masyarakat. Negara merupakan pihak yang sepatutnya responsif terhadap keberadaan masalah sosial. Perwujudan kesejahteraan setiap warganya merupakan tanggung jawab sekaligus peran vital bagi keberlangsungan negara. Di lain pihak masyarakat sendiri juga perlu responsif terhadap masalah sosial jika menghendaki kondisi kehidupan berkembang ke arah yang semakin baik.

Salah satu bentuk rumusan tindakan negara untuk memecahkan masalah sosial adalah melalui kebijakan sosial. Suatu kebijakan akan dapat dirumuskan dengan baik apabila didasarkan pada data dan informasi yang akurat. Apabila studi masalah sosial dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat maka bararti telah memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan sosial yang baik, sehingga bila diimplementasikan akan mampu menghasilkan pemecahan masalah yang efektif.

Upaya pemecahan sosial sebagai muara penanganan sosial juga dapat berupa suatu tindakan bersama oleh masyarakat untuk mewujudkan suatu perubahan yang sesuai yang diharapkan. Dalam teorinya Kotler mengatakan, bahwa manusia dapat memperbaiki kondisi kehidupan sosialnya dengan jalan mengorganisir tindakan kolektif. Tindakan kolektif dapat dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih sejahtera.

Kebermaknaan suatu studi termasuk studi masalah sosial disamping ditentukan oleh wawasan teoritik dalam menjelaskan gejala dan alur penalaran dari berbagai proposisi yang dihasilkan, juga sangat ditentukan oleh bagaimana studi itu dapat memberikan manfaat bagi kehidupan. Setidaknya seperti itulah muatan optimisme yang di kehendaki penulis buku ini.

Puisi untuk Guru

Untuk Guruku

oleh Atikah Nurusshohwah pada 17 Mei 2012 pukul 15:14 ·

GURUKU

Suci dan iklas pemberian mu
Dari kami buta menjadi tau
Suci dan ikhlas pengorbanan mu
tiada ternilai jasa baik mu

Engkau laksana lampu dalam kegelapan
Yang menerangi alam kalbuku
Engkau bagaikan angin
Yang selalu berbisik tentang kebaikan

Namamu selalu bergelora
Dalam hatiku
Jasa dan benih yang engkau tanam
Kini telah tumbuh bersemi

Terpujilah engkau wahai guruku pahlawan hidupku

Kebersamaan Kami, Selalu Indah

Kelas VI (enam) Abu Bakar Ash Shidiq adalah lulusan angkatan ke-4 ( th 2012 ) dari sebuah sekolah yang bernuansa islami, yakni SDIT ALIA NURUL JIHADI. Semoga kebersamaan kami tidak lekang di makan waktu, tidak usai di makan usia. Selamat Jalan Anak-anakku, Selamat berpisah. Semoga Alloh Ta'ala Memberkahi kalian semua. Kenangan bersama kalian akan selalu bapak ingat sampai akhir usia.                      ( Ahmad Fadhil,Wali Kelas VI )

Catatan : foto diambil pada hari Rabu, 9 Mei 2012

KONSEP ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MENURUT PARA AHLI

1. Menurut Sumantri, IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social science), maupun ilmu pendidikan.

Penjelasan: Dalam hal ini, Sumantri berpendapat bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial itu sendiri merupakan kumpulan ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan di sekolah atau kelompok belajar lainnya yang sederajat.
2. Menurut Mulyono Tj., IPS merupakan suatu pendekatan interdisipliner (Inter-disciplinary Approach) dari pelajaran Ilmu-ilmu Sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya.

Penjelasan: Menurut Mulyono Tj., IPS merupakan cara pandang terhadap pelajaran ilmu-ilmu sosial dengan menggunakan lebih dari satu pendekatan seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya sehingga diperlukan penguasan pendekatan ilmu-ilmu tersebut dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan social.

3. Social Scence Education Council (SSEC) dan National Council for Social Studies (NCSS), menyebut IPS sebagai “Social Science Education” dan “Social Studies”, seta mendefinisikan IPS, sebagai berikut:

Social studies is the integrated study of the science and humanities to promote civic competence. Whitin the school program, social studies provides coordinated, systematic study drawing upon such disciplines as anthropology, economics, geography, history, law, philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate content from the humanities, mathematics, and natural sciences. The primary purpose of social studies is to help young people develop the ability to make informed and reasoned decisions for the public good as citizen of a culturally diverse, democratic society in an interdependent world.

Dengan kata lain, IPS mengikuti cara pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti geografi, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, sosiologi, dan sebagainya. Tujuan utama dari IPS adalah untuk membantu pemuda mengembangkan kemampuannya untuk membuat suatu keputusan beralasan dan dspst diinformasikan kepada masyarakat luas demi kepentingan publik sebagai warga Negara yang memiliki keberagaman budaya serta dalam kehidupan bermasyarakat di seluruh penjuru dunia.
Penjelasan: Pendapat yang dikemukakan oleh SSEC hampir sama dengan yang diungkapkan oleh Mulyono Tj. SSEC menambahkan mengenai tujuan IPS, yakni merupakan suatu pengetahuan yang dapat membantu kita untuk dapat berinteraksi dengan orang lain, dapat menyampaikan informasi, dapat membuat suatu keputusan dengan baik, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang memiliki budaya yang beragam, serta dapat menjadi masyarakat yang bersikap demokratis terhadap kepentingan publik.
4. Saidiharjo menegaskan bahwa IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, politik.

Penjelasan: Kalau Mulyono menekankan pada pendekatan untuk mengapikasikan IPS, Saidiharjo lebih menitikberatkan IPS menjadi semcam kajian atau kumpulan dari beberapa mata pelajaran yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan social.
5. Menurut Dr. Nursid Sumaatmadja, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu mata pelajaran yang kajiannya fokus pada seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.

Penjelasan: Dengan kata lan, IPS ini merupakan suatu mata pelajaran yang bersumber dari kehidupan sosial di dunia sehingga mengajarkan kita agar lebih mengetahui mengenai kehidupan sosial apa yang telah terjadi, yang akan terjadi, maupun yang seharusnya terjadi.


Kesimpulan:

Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu program pendidikan maupun kumpulan beberapa mata pelajaran yang terkait dengan kehidupan sosial yang berkumpul menjadi satu dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya dan dapat dikaji berdasarkan seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.